柏恣雏
2019-05-23 11:13:08
2017年8月27日上午11:42发布
2017年8月27日上午11:42更新

MOBIL HIAS。 Peserta menaiki mobil hias dari peserta asal Provinsi Jawa Timur pada karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

MOBIL HIAS。 Peserta menaiki mobil hias dari peserta asal Provinsi Jawa Timur pada karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Sebanyak 2.500 peserta dari berbagai kota,kabupaten,dan provinsi di Indonesia turut memeriahkan Karnaval Kemerdekaan ketiga yang diselenggarakan di Kota Bandung Jawa Barat,Sabtu 26 Agustus。 Acara yang dihadiri Presiden Joko“Jokowi”Widodo ini menampilkan parade seni budaya yang merupakan kolaborasi dari seni tradisional,modern,dan kontemporer。

Para peserta menyuguhkan penampilan terbaiknya dan membuat kagum penonton yang hadir di sepanjang rute karnaval,mulai dari Gedung Sate Jalan Diponegoro hingga Taman Vanda Jalan Merdeka Kota Bandung。 Namun,dari sekian banyak penampil yang hadir ada lima yang menyedot perhatian。 Siapa saja mereka?

贝贝格

BEBEGIG。 Sosok menyeramkan yang ikut dalam karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BEBEGIG。 Sosok menyeramkan yang ikut dalam karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Penampakannya memang sedikit menyeramkan。 Mata melotot,gigi bertaring,serta badan hitam dengan rambut yang gondrong。 Makhluk ini disebut Bebegig。

Meski menyeramkan,namun kehadirannya memberi warna pada penyelenggaraan karnaval yang merupakan puncak perayaan bulan kemerdekaan ini。 Bebegig adalah seni tradisional asli dari Sukamantri。

Konon,Bebegig merupakan penjelmaan para ponggawa Raja Prabu Sempulur。 Dalam perkembangannya,penampilan Bebegig dibuat dari alam seperti daun waregu untuk mahkota,kembang bubuay untuk rambut,ijuk dari pohon aren untuk badannya。

Bebegig menjadi ikon dan kebanggaan Kabupaten Ciamis karena berulang kali menjadi juara dalam kegiatan kesenian Kemilau Nusantara,baik tingkat provinsi maupun nasional。 Bebegig juga kerap diundang untuk memeriahkan berbagai event kesenian,seperti Braga Festival Bandung,Festival Kesenian di Surabaya,Festival Kesenian di Bali,beberapa kali pagelaran di Kota Jakarta,kegiatan Semarak Karnaval Asia dan Dunia di Purwakarta。

塔塔罗

TATALOE。 Kreasi seniman“Tataloe”yang menggunakan perabot rumah tangga unuk mobil hias pada parade karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

TATALOE。 Kreasi seniman“Tataloe”yang menggunakan perabot rumah tangga unuk mobil hias pada parade karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Nama Tataloe diambil dari Bahasa Sunda,“Tatalu”yang berarti memukul atau menabuh sesuatu benda sehingga menimbulkan bunyi。 Itulah yang dilakukan komunitas perkusi ini。

Namun uniknya,bukan alat musik perkusi pada umumnya yang dipakai,tapi barang-barang bekas,seperti drum minyak,wajan,panci,sapu lidi,sendok semen,velg mobil,paralon,botol,dan benda-benda lainnya。 Hasilnya,sebuah harmonisasi bunyi yang berisik tapi enak didengar。

Tataloe menjadi satu dari sekian banyak peserta yang ikut berpartisipasi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017.Kehadiran komunitas ini menyemangati para peserta karnaval juga penonton yang menyaksikan。

3. Jatiwangi艺术工厂

JATIWANGI ART FACTORY。 Peserta berlatih sebelum mengikuti parade Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan dalam rangka puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di jalan Diponegoro Bandung,Jawa Barat,Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Agus Bebeng / ANTARA

JATIWANGI ART FACTORY。 Peserta berlatih sebelum mengikuti parade Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan dalam rangka puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di jalan Diponegoro Bandung,Jawa Barat,Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Agus Bebeng / ANTARA

Beberapa pria memamerkan badannya yang berotot sambil membawa sekeping genteng。 Mereka bukan binaragawan,tapi para pekerja pabrik genteng。

Pria berotot itu tergabung dalam Jatiwangi Art Factory,sebuah komunitas yang melahirkan karya-karya dari kearifan lokal masyarakatnya。 Jatiwangi adalah daerah penghasil genteng terbesar se-Indonesia,bahkan se-Asia。 Potensi itulah yang kemudian dijadikan sebuah karya dalam bentuk lain,Suara-suara genteng dan tanah Jatiwangi diolah menjadi sebuah musik。

Setiap tiga tahun sekali,Jatiwangi Art Factory membuat festival yang bernama陶瓷音乐节。 Di festival tersebut,para pengisi acara membunyikan genteng dan tanah Jatiwangi bersama 5000 orang warga。

Setahun sekali,diselenggarakan juga sebuah event yang bernama Jatiwangi Cup,ajang binaraga antar pekerja genteng se-Jatiwangi。 Itulah ciri khas yang ditunjukan kontingen dari Jatiwangi Jawa Barat dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017。

杰格奥宾

Permainan egrang mungkin sudah tidak asing lagi,karena permainan ini sudah menjadi permainan masyarakat Indonesia sejak dulu。 Namun,egrang yang dimainkan kelompok Jack Obin sedikit berbeda。

Tidak seperti egrang yang biasanya dipegang,egrang Jack Obin diikatkan pada betis,sehingga tangan bisa bergerak bebas dan pemain engrang bahkan bisa menari。 Jack Obin menciptakan beberapa tarian egrang,antara lain egrang dance,egrang fire dance,dan egrang dengan kostum lampu。

Khusus di karnaval kemerdekaan,Jack Obin mempersembahkan 8 karakter kostum yang mengacu pada kemeriahan karnaval dan menggambarkan keberagaman di Indonesia。

5. Jember Fashion Carnaval

JCF。 Peserta dari Jember Carnaval Festival turut serta memeriahkan karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

JCF。 Peserta dari Jember Carnaval Festival turut serta memeriahkan karnaval kemerdekaan di Bandung pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Penampilan parade kostum dari Jember Fashion Carnaval(JFC)memang patut diacungi dua jempol。 Kostum-kostum yang ditampilkan membuat kagum para penonton。 Apalagi,kostum-kostum tersebut telah meraih penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional。

Sementara,di karnaval kemerdekaan,JFC membawa 78 personel yang meliputi model profesional,talent,marching band,dan kru。 Penampilan yang sama semaraknya juga dipersembahkan peserta karnaval dari Banyuwangi。 Mereka juga memamerkan kostum-kostum yang unik dan menarik。

- Rappler.com